Dalam beberapa tahun terakhir, membeli pakaian bekas telah menjadi tren, terutama di kalangan generasi muda yang ingin berhemat sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan. Bahan berburu barang Brended (Bermerek.Red) di Cakar Bongkar adalah hal yang merarik bagi sebagian kalangan.
Bisnis thrift shop pun berkembang pesat dengan konsep menarik. Fenomena ini berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap konsumsi yang lebih berkelanjutan, hemat, dan juga fashion vintage atau unik. Kondisi ini juga terjadi di Gorontalo, dan lokasi paling ramai dikunjungi untuk mencari barang-barang bekas dengan dan bermerek, adalah di pasar. salah satu pasar yang sering jadi tempat anak muda dan sebagian kaloangan di Gorontalo adalah Pasar Andalas Kota Gorontalo.
“Saya kesini untuk cari kemeja putih, kenapa harus ke pasar ini karena disini ada cakar bongkar dengan harga terjangkau. Pakaian dari cakar bongkar biasanya jauh lebih murah dibandingkan membeli baru di toko, kita bahkan kalau sabar dan rajin membongkar tumpukan pakaian bekas ini, kita akan ketemu kemeja bermerek,” terang Ahmad Saleh warga Kota Gorontalo yang ditemui Berita A1.Id.
Berburu barang bekas di cakar bongkar Banyak orang suka menemukan item langka atau vintage yang tidak mudah ditemukan di pasaran umum. Disisi lain ada juga yang berpendapat, dengan membeli pakaian bekas, konsumen merasa mereka berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil dan konsumsi berlebihan. Banyak pasar tradisional dan bahkan toko online yang menawarkan cakar bongkar.
Tren ini juga mendorong kemunculan thrift store dan bazar khusus yang lebih modern, dengan suasana yang lebih tertata. “Barang-barang yang kami gelar disini, adalah bal-bal baru, dengan harga yang sangat murah.” tandas Usman salah satu penjual di Cakar Bongkar Pasar Andalas. Harga pun dipatok mulai dari Rp. 15.000 sampai yang termahal Rp.150.000. “Biasanya semakin tinggi harga, itu menandakan barang bekas itu punya kualitas dan merek,” tambahnya.
Dari pantauan Berita A1.Id, dipasar ini selain menawarkan kemeja, celana panjang, celana pendek, topi, jas, kaos, juga ada sepatu bekas. “Saya mau cari sepatu yang bisa digunakan untuk jogging,” papar Halid Mahmud salah satu pembeli sepatu. “Memang trend lari yang tengah berkembang saat ini, banyak yang mencari sepatu, dan kami pun memenuhi permintaan pasar tersebut dengan menjual sepatu bekas,” Ungkap Idrus penjual sepatu. Sepatu yang ditawarkan Idrus berkisar dari harga Rp.100.000 sampai Rp.200.000. “Benar makin mahal barang yang kami jual itu menandakan barang itu orginal, dan berkualitas,” tutupnya. (Xnn)










