Tradisi Ramadhan di Kampung

Buka Puasa bersama di masjid, menjadi hal yang paling dirindukan saat ramadhan di Kampung Halaman.
BeritaA1.id -

Suasana menunggu beduk buka puasa di kampung halaman selalu punya kesan tersendiri—hangat, penuh kebersamaan, dan sarat kenangan.

Menjelang magrib, biasanya suasana mulai ramai. Anak-anak bermain petasan di halaman atau berlarian di gang kecil, sementara ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan hidangan berbuka. Harum gorengan, kolak pisang, dan es buah menyeruak di udara, menggoda perut yang sudah keroncongan sejak siang.

Moment kebersamaan bersama teman-teman dikampung menjadi cerita lainnya saat bulan Ramadhan

Di masjid atau mushola, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu, kadang diiringi suara canda tawa anak-anak yang belajar tadarus. Para bapak duduk di warung kopi atau teras rumah, berbincang ringan sambil menunggu waktu berbuka.

Menit-menit terakhir sebelum beduk terasa paling mendebarkan. Semua orang bersiap di meja makan, menatap takjil yang menggoda. Begitu beduk ditabuh atau azan berkumandang, suasana berubah menjadi kebahagiaan sederhana—meneguk air dingin, menyuap kurma, dan berbagi senyum bersama keluarga.

Buka puasa di kampung bukan sekadar melepas dahaga, tapi juga momen yang mempererat tali silaturahmi. Ada rasa rindu yang selalu ingin diulang setiap tahunnya. Suasana yang bagi anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, adalah sesuatu yang selalu ia rindukan ketika mudik ke kampung halaman di Desa Parungi Kecamatan Boliyohuto.

“Tiada yang seindah dibulan suci ramadhan ketika suasana menunggu beduk buka puasa di kampung halaman,” terangnya. Moment yang selalu ia nantikan adalah bagaimana bisa kembali berkumpul dan bersenda gurau bersama teman-teman semasa kecil dan kemudian sama-sama kumpul di masjid Nurul Insan Desa Parungi Kecamatan Boliyohuto, sambil menikmati taljil dan menu andalan bubur ayam.

Membangunkan orang saat waktu sahur tiba, juga adalah kenangan yang selalu menyeruak saat ramadhan tiba.

Tidak itu saja, moment Ramadhan banyak hal selalu menjadi kenangan yang pasti akan dijalani saat bulan ramadhan tiba. Kegiatan membangunkan warga pada waktu sahur pun menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dikenang. “Di Desa kami pun ada momen Koko’o,” jelas Anton.

Tradisi ini menurut Anton kerap dilakukan Warga, terutama anak-anak dan remaja, berkeliling kampung sambil memukul benda-benda seperti kaleng bekas, ember, atau kentongan.  (XXN)