Dari Batam ke Gorontalo: Pernyataan Tajam Bupati Sofyan Puhi di Rakernas APKASI, Daerah Tak Boleh Jadi Penonton!

Rakernas APKASI 2026 di Batam resmi berakhir dengan memberi semangat kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.
BeritaA1.id -

Di tengah gegap gempita Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kota Batam, suara Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, muncul sebagai penegasan arah perlawanan daerah.

Bukan sekadar hadir, Sofyan Puhi datang membawa pesan politik pembangunan yang lugas: kabupaten tidak boleh terus-menerus menjadi penonton dalam panggung besar kebijakan nasional.

Rakernas APKASI kali ini menjadi arena konsolidasi kekuatan kepala daerah se-Indonesia. Namun di antara deretan pidato normatif, pernyataan Sofyan Puhi terdengar lebih tajam, lebih berani, dan lebih membumi—mewakili kegelisahan daerah yang ingin bergerak cepat, tapi kerap dibatasi oleh regulasi yang sentralistik.

Daerah Harus Berdaulat dalam Pembangunan

Dalam forum strategis tersebut, Sofyan Puhi menekankan bahwa otonomi daerah tidak boleh direduksi hanya menjadi slogan. Menurutnya, jika pemerintah pusat serius mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, maka daerah harus diberi ruang, kepercayaan, dan kewenangan yang nyata.

“Kabupaten bukan beban negara. Kabupaten adalah motor pembangunan. Tapi mesin ini tidak akan berjalan kalau terus dikekang,” tegas Sofyan Puhi saat dihubungi Berita A1.ID, Rabu (21/01/2026).

Pernyataan ini sekaligus menjadi sindiran keras terhadap kebijakan yang terlalu sentralistik, yang sering kali mematikan inisiatif dan kreativitas pemerintah daerah.

Gorontalo Siap Melompat, Bukan Jalan di Tempat

Bupati Gorontalo menegaskan bahwa daerahnya siap berlari lebih cepat, terutama dalam sektor pertanian, UMKM, dan penguatan ekonomi rakyat. Namun kecepatan itu mensyaratkan satu hal mutlak: keberpihakan kebijakan nasional terhadap daerah.

Baginya, Rakernas APKASI bukan ajang seremonial tahunan, melainkan medan konsolidasi perlawanan intelektual daerah agar suara kabupaten tidak lagi dipinggirkan.

“Kalau daerah kuat, Indonesia kuat. Tapi kalau daerah terus diperlakukan sebagai pelaksana semata, jangan heran jika ketimpangan makin lebar,” ujarnya lugas.

APKASI sebagai Alat Tekan, Bukan Sekadar Asosiasi

Sofyan Puhi juga mendorong APKASI agar tidak jinak dan kompromistis. Ia menilai APKASI harus tampil sebagai alat tekan politik kebijakan, yang berani menyampaikan kepentingan riil kabupaten—mulai dari fiskal, infrastruktur, hingga reformasi birokrasi.

Pesan ini mendapat perhatian serius dari sejumlah kepala daerah lain yang merasakan problem serupa: beban daerah berat, kewenangan sempit, tuntutan rakyat terus meningkat.

Dari Batam, Sofyan Puhi Kirim Sinyal Perubahan

Kehadiran dan pernyataan Bupati Gorontalo di Rakernas APKASI Batam menjadi sinyal kuat bahwa Gorontalo tidak ingin tertinggal dalam arus perubahan. Ini adalah politik pembangunan yang berani bersuara, bukan tunduk dalam diam.

Dari Batam, Sofyan Puhi mengirim pesan ke pusat dan ke rakyatnya di Gorontalo:
daerah akan terus menuntut keadilan, ruang gerak, dan keberanian untuk membangun dengan caranya sendiri.

Karena bagi Gorontalo, pembangunan bukan soal izin semata—tapi soal keberanian mengambil sikap.

Penulis : Sofyan Ishak


Penulis: SOFYAN ISHAKEditor: SOFYAN ISHAK